Puisi Puisi Khalil Tirta [Bukit Lancaran]

Bukit Lancaran Mendakimu kembali dengan kaki-kaki malam gulita seraya membaca yang berkilau di punggung-punggung bukit yang pernah aku gambar dengan mata hijau penyair Di antara onggokan batu yang terjal dan berkumpar kesenyapan menyembul...

Kumpulan puisi Rahmat Akbar

LELAKI PENIKMAT MALAM Karya: Rahmat Akbar Hari ini kau menikmati malam Di dalam rumah terdengar suara motor Yang lalu –lalang di jalan Kau tak pernah peduli sekarang hari apa Mungkin...

Puisi-puisi K. Muhammad Zamiel El-Muttaqien

Rahasia Ampas Kopi pada akhirnya kukembalikan kepalaku selalu ke pangkuanmu manakala bantal-bantal empuk tinggal menyediakan mimpi buruk semua hanya bayang-bayang masa depan yang semu ladang tambang kenangan yang...

Puisi Hidayat Raharja

Puisi Hidayat Raharja Di Rambutmu Aku Masih Mengenal Ikal Waktu Sampai juga di kotamu Kota yang dipenuhi bunyi-bunyian sunyi Juga pertemuan setelah 340 tahun di antara ingatan yang pucat Di...

Tubuh yang Lain

Karya: Fendi Kachonk Adalah pelataran musim yang membelah dada hujan juga kemarau sempat aku bagi Seperti di halaman yang lain semi menuangkan teh ke gelas tapi dingin selalu membuangku Aku menjadi...

Di Kampung yang Lain

(Fendi Kachonk) Orang-orang melupakan satu hari, satu malam, satu bulan serta tahun. Mereka cuma sibuk memperbaiki selokan-jalan, melupakan nama-nama segala persimpangan. Orang-orang tak mengingat waktu, tak mengingat nama hari, hanya...

Perempuan Ladang Jagung

Ia tak lagi datang ke ladang jagung, di belakang danau. Dulu tempatnya menyepih segala sedih jadi benih bijian yang ia tanam. Hembusan angin serta...

Menjadi Malam

Sepertinya setiap suara akan pergi menjadi nada di setiap dinding nyeri yang kehilangan setiap iramanya; Sepertinya kecemasan selalu begini memaku dingin gerak kelambu kamar menari-nari seperti bayangan lilin. Yang tahu-tahu...
Hilangkan kecemasan, bersatu padu melawan Corona

“MENOLONG ORANG LAIN, MENOLONG DIRI SENDIRI”

Bismillahirromanirrohim Himbauan kemanusiaan Selama wabah corona kita telah telah saling mencurigai satu sama lain. Kecemasan begitu melingkari sosial kita. Tak ayal kita saling mencurigai dan tak...

Ruang Titik Temu

Festivart Tanah Merah

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
14,700PelangganBerlangganan

Latest article

Lukisan Tamarsaraseh

Puisi-Puisi Poetry Aulia

GADIS KECIL DAN PEMBAWA LENTERA   Gadis berambut pucat, pergi jauh terbawa arus matahari setelah musim menua jalanan tak lagi mengeluarkan uap dari tanah yang subur matanya seakan terjatuh kakinya...

KAU MENDAPATKAN PENGAKUAN

Lukisan by : Taman Saraseh   Tato adalah seni yang sangat indah bagi Doblar. Dengan perawakan tubuh yang besar, mata bulat, rambut ala-ala delapan enam, dan...

L U B A N G

Lukisan karya: Tamar Saraseh Cerpen Muna Masyari   Lihatlah perempuan itu! Tatap mata lengangnya lebih lekat. Kau akan menemukan, betapa ia terperangkap dalam kekosongan yang demikian senyap....