Hilangkan kecemasan, bersatu padu melawan Corona
Hilangkan kecemasan, bersatu padu melawan Corona

Bismillahirromanirrohim

Himbauan kemanusiaan

Selama wabah corona kita telah telah saling mencurigai satu sama lain. Kecemasan begitu melingkari sosial kita. Tak ayal kita saling mencurigai dan tak ayal juga kecemasan semakin menggunung. Kita menjadi sangat paranoid dan tanpa kita sadari ketakutan dan kecemasan paska menyebarnya wabah corona ini juga menjadi penyakit yang mungkin lebih menakutkan dari corona itu sendiri. Simpang siurnya berita. Simpang siurnya kejadian menurut wilayahnya masing-masing, menjadikan kita seolah hilang kesadaran.

Memang tak dapat dipungkiri wabah ini telah hampir melumpuhkan semuanya. Tak dapat dipungkiri dan mestinya kita lebih bisa memilah dan memilih berita yang terus mengalir bagaikan air. Air mata kita terus juga mengalir. Banyak tim medis yang telah gugur karena wabah ini. Banyak tim ahli dan ilmuwan yang juga gugur dalam perang melawan wabah corona ini. Di samping rasa sedih dan haru atas semua itu, kita juga sangat geram atas langkanya masker, antiseptik dan obat-obatan yang bisa menjadi alat pencegahan wabah corona ini.

Situasi yang terus mencekam ini tidak bisa tidak, mesti kita jawab dengan cepat. Kitapun tak bisa menunggu lama dan tak bisa menunggu orang lain menyelamatkan kita sendiri. Sekarang, mesti ada daya tahan mental yang kuat, tetap menjaga kesadaran agar tetap menjaga kesehatan dan melindungi orang-orang yang ada di sekitar kita. Jangan sampai karena keteledoran kita sendiri mereka juga akhirnya menjadi korban dari kelalaian kita. Tentu, semua itu tidak pernah kita inginkan. Karena sejatinya “MENOLONG ORANG LAIN, MENOLONG DIRI SENDIRI.” Artinya mesti ada ikatan kemanusiaan yang kuat, mesti ada solidaritas yang dibangun bersama.

Karena hal penting dan situasi sosial itulah, setelah melalui diskusi dengan para kerabat komunitas kampoeng jerami akan melaksanakan penggalangan dana kemanusiaan dan sekaligus mengajak semuanya untuk :

  1. Stop menyebarkan berita-berita kecemasan mengenai corona, dan.
  2. Mari beritakan dan kabarkan bahwa virus ini sudah ada obatnya dan sudah ada yang sembuh.
  3. Rajin cuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun tubuh dengan minum Vit C dan E
  4. bagi kerabat di manapun anda berada ada yang memiliki keterampilan menjahit: anda bisa membuat masker dan menyebarkannya kepada orang-orang di sekitar kita dan tentu kepada mereka para pekerja yang tak bisa duduk dan diam di rumahnya.
  5. Hal yang paling penting lainnya adalah mari berdonasi dengan bijak dengan cara menyisihkan sebagian rejeki kita dengan membeli Vit C dan E dan langsung sebarkan di wilayah masing-masing terutama kepada para orang tua yang kemungkinannya imun tubuhnya menurun. Lakukan hal ini semampu kita, sebisa kita.
  6. Tetap mengikuti prosedur yang tepat untuk keamanan semuanya.
  7. Terus berdoa dan semangat serta yakin, bahwa wabah ini semoga segera lenyap dari muka bumi.

Ajakan ini lahir karena kita mesti menang dulu melawan kecemasan dan baru kita berpikir untuk bisa melawan virus corona ini. Kita tak boleh terlalu cemas, saatnya kita bergandengan, bahu membahu dan tak boleh egois, saatnya bersatu mengedukasi lingkungan kita agar sadar untuk hidup dalam lingkungan yang bersih dan sehat serta tak boleh egois hanya menjaga kesehatan diri sendiri, sementara para pekerja, buruh, tani, dan semua orang yang jalur rejekinya menuntut mereka mesti keluar rumah. Mari bersatu, mari bangun dari kecemasan ini, mari sadar bahwa kita tak hanya diintai oleh virus corona tetapi oleh kecemasan kita sendiri.

Fendi Kachonk

Juru Kunci Komunitas Kampoeng Jerami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here