Ladang Hijau

kita penah berhenti di pinggir jalan
dan menyaksikan rumput-rumput bertadabur
memuja hujan

hijau semakin luas
alang-alang bertemu laju angin dan tumbuh
dengan mimpi-mimpi bersautan

seekor burung datang membawa kabar
bahwa di timur wasiat nenek moyang
telah dizikirkan

dan kita telah menjadi ladang
menyuburkan ingatan
dengan sumpah-sumpah serapah

2019

Mata Perempuan Talango

begitu aku sampai pada kedipmu
seakan dada memberi tanda
bahwa waktu paling penuh kemungkinan
ialah yang diawali dengan pandang

setelah itu munajat beterbangan
salawat angin dan kalimat-kalimat ibadah
menuju kitab pelabuhan

bisa saja
matamu adalah tempat terakhir sembahyang air
sumber segala getar dan getir
atau lambang iman yang menyimpan
arah jalan menuju Tuhan

lalu pada kedipmu pula
sabda-sabda nabi aku ingat kembali

2019

Tarian Anak Sapi

pada qabiltu tanah dan musimnya
pada cangkul petani
munajat harus memastikan bahwa
tidak ada yang sangsi dari garapan

sambil memainkan batu dan luku
sebagai anak bungsu, merekam instrumentalia
musim bajak, dan meriangkan anak sapi menari
di antara biji-biji rindu dan tangis Ibu

pohon rindang dan seikat luka panjang
diletakkan pada sepetak dada yang dalam,
berlapis hujan, berwarna langit legam
ada kesaksian getir dan basah sedang

2019

TENTANG PENULIS

Romzul Falah HM, lahir di Batuputih. Merupakan alumni pondok pesantren Aqidah Usymuni Terate Sumenep. Sekarang menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Wiraraja Sumenep. Bergiat di UKM Sanggar Cemara, Pabengkon Sastra, Kelas Puisi Bekasi (KPB), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Sospol Komisariat Unija Sumenep. Puisi-puisinya tersiar di beberapa media, di antaranya: Radar Madura, Radar Banyuwangi, Cakra Bangsa, Bangka Pos, Bali Post, Riau Post, Solopos, Suara NTB, Suara Pemred, Tribun Bali, Tempo, dll. Email: alfinromzulfalah@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here