NALAR PARADOKS

aku tak habis pikir,
bagaimana akal mengutuk
luka tubuh sendiri?

aku tak habis pikir,
bagaimana akal memerintah
tangan mengasah pisau
mengiris luka
tubuh sendiri?

aku tak mengerti,
gerangan apa menyusup
akal dan pikiran ini?

ini bukan amputasi
tetapi, pembunuhan
tubuh sendiri

ini bukan penyelamatan
melainkan nalar sesat
jauh meninggalkan
hati nurani

Pekalongan, 1 Mei 2018-19 Januari 2020

KATA TANPA ALAMAT

aku hempaskan kata-kata
di lepas samudra, karena
kata-kata semakin menjerat
memenjarakanku dalam
ketidakmengertian di antara
ketidakpastian yang linglung

satu per satu,
kata-kata mengelupas dari kamus
dimasukkan tabung bejana,
diekstraksi dalam larutan kimia
menghasilkan sensasi semu
ditempel pada setiap dinding
dipajang sepanjang jalanan
dibongkar pasang lagi
dijajakan di layar-layar plasma

kata-kata menjadilah hak pribadi
lepas dari keumuman
lepas dari azasinya
lepas dari publiknya
terjadilah publik tanpa kata
bahasa sekadar ungkapan transaksi
yang kehilangan daya dobrak
untuk merobohkan kebekuan
nalar dan pikiran
meruntuhkan kebisuan
nurani yang tersegel
oleh kepentingan

kata-kata
telah kehilangan
alamatnya

Pekalongan, 4 Maret 2019 – 22 Januari 2020

SEMESTA TUBUH

tubuh adalah semesta
sembunyi di balik kembara
bentang rupa alam maneka

yang rupa hanya tanda
yang tanda mesti dibaca
membaca selaksa diri
hingga kedalaman

tubuh semesta
adalah semesta tubuh
tubuh dalam kesemestaan
adalah kesemestaan dalam tubuh
segala dirasa tubuh menyemesta
alam hanya isyarat
dibawa hawa menjadi pesan
bahasa rasa tubuh
antara pikiran dan hati

semesta menyatakan
apa yang dikehendaki
rasa tubuh dalam pikiran
juga yang dibuahkan oleh hati

Pekalongan, 9 Juni 2018

Biodata Penulis :
Ribut Achwandi, lahir di Pekalongan, 28 Agustus 1980. Seorang ayah dari dua anaknya, Argadharana Satyabhumi dan Radityaratra Mandhala Tejamukti. Seorang suami dari istri, Mayla Dewi Rati. Bekerja sebagai seniman yang nyambi mengajar di Universitas Pekalongan dan IAIN Pekalongan. Juga masih aktif sebagai entertain di Radio Kota Batik dan Batik TV. Mendirikan komunitas Omah Sinau SOGAN, tempat belajar bersama untuk menggali potensi dan mengembangkannya. Sekarang, aktif juga di Dewan Kesenian Kota Pekalongan dan Lakpesdam PCNU Kota Pekalongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here