Ruang Titik Temu

0
519

Oleh: Muhammad Ramsi Azzahra

Ruang Titik Temu atau biasa di sebut RTT adalah nama kelompok musik yang terbentuk pada tanggal 20 Mei 2018, RTT sendiri lahir dari sebuah Komunitas KAMPOENG JERAMI (KJ). KJ didirikan Fendi Kachonk dari Desa Moncek Tengah, Kec. Lenteng, Kab. Sumenep. Tapi sebelum terbentuknya RTT pada tahun 2014, dulu kita sudah punya grup musik cuma tidak formal, tidak punya nama dan pada saat itu kita manggung pertama kali di kampus Stita Tarate Sumenep, kita manggung dengan memakai nama Kampoeng Jerami. Formasi saat itu ada Sigit, Anwar, Zulfa, Muhammad Ramzi Azzahra, makki dan Ana sebagai pembaca puisi.

Seiring berjalannya waktu yang cukup panjang, melalui akfivitas rutunitas internal dan melalui obrolan-obrolan kecil di Komunitas kampoeng Jerami kawan-kawan berinisiatif mendirikan kelompak musik yang formal dan lebih serius. Saat itu kita ngumpul di rumahnya Arfiyansyah yang juga merupakan anggota KJ, kawan kawan semua sepakat ingin mendirikan kelompok musik yang sifatnya lebih formal. Melalui diskusi yang cukup panjang terkait masalah nama dsb. Ada beberapa orang pada saat itu yang ngumpul di antaranya ialah Fendi Kachonk sebagai sesepuh, Mohammad Ramzi Azzahra, Andre Hidayat, Afif, Toif, Lusfianto, Arfiyansyah, dan dari diskusi panjang tersebut banyak nama yang diusulkan oleh kawan kawan, tapi melalui beberapa pertimbangan pada akhirnya kita sepakat pada satu nama yaitu RUANG TITIK TEMU (RTT) dan di waktu itulah lahir RTT pada tanggal 20 mei 2018. Kemudian pada saat itu juga kawan kawan semua sepakat mengangkat Mohammad Ramzi Azzahra sebagai Leader di RTT.

Mengenai makna RTT kalau dimaknai secara universal dalam perkatanya Ruang Titik Temu, ada Ruang, ada Titik dan ada Temu. Ruang bisa meliputi alam semesta selain Tuhan , kemudian Titik ialah inti atau esensi di dalam sebuah Ruang, dan temu adalah kata yang merangkul setiap element untuk sama-sama berada di satu Titik. Menurut K. M Faizi di acara molang taon sanggar Bunyamin, sempat berkomentar pada kawan kawan RTT, menurut beliau Ruang Titik Temu itu adalah nama lain dari “silaturrahim”. Dalam arti yang sangat sederhana kurang lebih memang demikian, karena RTT lahir dari kebudayaan timur yang sangat mengutamakan silaturrahim dan sebagai jalan untuk mengkokohkan persaudaraan apalagi di era digital saat ini, jadi RTT mempunyai konsep bahwa musik adalah media untuk bertemu atau bersilaturrahim.

Ideologi musik RTT adalah HARMONI LINTAS BUNYI dengan kata lain genrenya RTT ialah tanpa genre, mengapa demikian, karena secara musikalitas personil RTT mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, pengalaman yang berbeda-beda dan kecenderungan yang berbeda-beda khususnya di bidang musik sehingga kita mempunyai pemahaman sendiri-sendiri tentang musik, tapi dari perbedaan itu kita bertemu dalam sebuah metafora bahwa musik itu seperti air yang mengalir mengikuti hukum gravitasi, dan air akan diminum oleh setiap makhluk yang merasa dahaga. Jadi konsep lagu dan aransmen kita akan terbentuk bebas karena mengikuti kehendak kerangka akal dan nyanyian hati. Sejauh mana akal menjangkau pengatahuan dan sedalam apa hati meresapi maka dari situlah musik kita lahir.

Mengenai tema di dalam lagu-lagu kita itu lebih kepada garis vertikal dan horizontal atau dengan kata lain tema sosial dan spritual. Lagu yang kita garap rata rata kita ambil dari puisi yang dijadikan lirik dalam lagu kita, di antaranya ada lagu Perang Tanpa Bunyi (Puisinya Muhammad Ramzi Azzahra) Menjadi Malam (Puisinya Fendi Kachonk), Bulan Merah (Puisinya Amin), dan Rahasia Ampas Kopi (Puisinya Alm. K. Muhammad Zammiel El Muttaqien) dsb. Kita mengambil puisi yang dijadikan lagu itu sebagai bentuk apsresiasi dan penghormatan kita kepada para penyair khususnya penyair Madura. Di sisi lain kita punya asumsi bahwa puisi itu mempunyai energi yang sangat besar dan kemudian lagu juga demikian, maka dari itu kita RTT menggabungkan kedua energi itu agar lebih cepat sampai pada tempat yang ia tuju.

Formasi personil Ruang Titik Temu di antaranya: Muhammad Ramzi (Gitar+Vokal), Oqik (Gitar+Vokal), Toif (Keyboard), Anwar (Bass) Zulfa (Bass) Afif (Gitar), Zayyadi (Suling), Lusfianto (Etnik), Andre (Perkusi), Herul (Perkusi), Khafif (Perkusi), Kampoeng Jerami sebagai manajer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here